Taken almost one year ago and I am now counting days to that special day with him :) :)
Taken almost one year ago and I am now counting days to that special day with him :) :)
hello world. i’m back to you again.
setelah empat bulan lebih gak menulis, here i am. menyadari terlalu termakan kesibukan ibukota. menyadari kurang memaksa diri menikmati enaknya jalan-jalan sepulang kantor. membiarkan rutinitas kerja-pulang-kerja-pulang menggerogoti waktu-waktu berharga beberapa bulan terakhir sampe rasanya bosaaaaaan banget.
beberapa waktu yang lalu saya bertemu teman lama di jogja. kata-kata yang keluar dari saya “bosen banget nih dha..hidup gw belakangan datar banget. ngantor pulang, jarang main. bosen”. dan komentar teman saya “ya ampun mel, lo kan mau nikah. apanya yang datar dari mau nikah coba”. yeah… i missed that thing karena kesibukan jakarta.
i’m engaged. since like a more than a month ago. hari besarnya insyaallah di pertengahan tahun nanti. cuma bisa bilang bismillah dan satu satu menyicil ini itu demi mengurangi kerempongan deket deket hari H. ada yang punya rekomendasi vendor foto yang bagus gak? *eh malah nanya nanya colongan*.hehehehe…
oke..jadi resolusi bulan ini adalah MAIN, BERSENANG-SENANG, dan MELAKUKAN HAL BARU. accidently gabung jadi member oriflame, pelihara kelinci bareng keluarga mba lina, n sudah terdaftar di lomba lari 5 kilo di Pondok Indah awal april nanti walopun udah pasti gak bakal masuk 50 besar dan abis itu pasti langsung lari ke tukang pijet refleksi.hehehehe… enjoy life!
oh my… ternyata saya sangat kangen bandung. i’m looking forward to move back here ;)

happy birthday!
stay until late, listening to my not-too-update playlist while writing and waiting for some new songs downloaded.
Dari balik sangkar, saya memotret sedikit dari sekian banyak burung eksotis Indonesia. Foto-foto ini diambil di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah, tempat yang menurut saya sangat sangat menarik dan semakin lama semakin tenggelam diantara makin banyaknya hiburan ‘modern’ untuk anak-anak.
Koleksinya tidak sebanyak di Kebun Binatang Ragunan, tapi disini burung-burung dirawat di kandang yang lebih layak dan lebih luas, bahkan dengan sangkar berbentuk dome raksasa. Hanya dengan 9000 rupiah (tiket masuk TMII) dan 13.000 rupiah (tiket masuk taman burung dan taman burung konservasi), kita dapat menikmati keaneka ragaman burung Indonesia…
At very end of the day, it turned out that yesterday, which lasted one and half hour ago, was the last day for my day and night job.
Saya menyebutnya day job. Seperti namanya, saya bekerja di siang hari dari pk. 12.00 sampai sekitar pk. 18.00. Kantor siang saya berlokasi di daerah Puri Indah. Sebuah gudang ide arsitektur yang asiknya gak ada habisnya. Selalu ada yang baru di kantor ini. Seminggu sebelumnya pasang lampu baru, terus mezanin baru, terus pintu baru, terus cat tembok baru, setelahnya ada bedah buku, lalu nonton bareng, lalu… saya yakin daftar ini akan makin panjang dari hari ke hari.
Yang saya sayangkan, kenapa saya tidak sempat untuk sekali saja foto-foto. hehehe… oke, next time saya main ke DOT, saya jamin akan bawa kamera dan foto-foto sampe jumpalitan, koprol depan, terus kayang!
Sedangkan night job saya, merupakan pekerjaan yang, saya juga tidak habis pikir kok bisa-bisanya saya “kecemplung” di pekerjaan ini. Proofreader The Jakarta Post. Semuanya berawal dari kegigihan saya mencari pekerjaan, sampai tidak ada satupun iklan lowongan pekerjaan di situs portal lowongan kerja terkenal itu yang luput dari perhatian saya. Karena pernah beberapa kali terlibat dalam pembuatan majalah dan majalah dinding di sekolah dan kampus, saya pun memasukkan jurnalistik ke dalam bidang pekerjaan yang saya minati.
Voila!

foto terakhir dengan kamera bb cupu sebelum nametag dikembalikan ke kantor :’(
Tahu-tahu saya sudah harus bekerja jam 8-12 malam, lima hari kerja seminggu, dan harus berkompromi dengan tim tentang siapa yang masuk dan libur hari ini supaya koran bisa terbit esok harinya tanpa ada salah tulis sedikitpun.
Night job saya seperti pelarian dari keseharian yang saya sukai namun, seperti teori law of deminishing return, kalau sudah sampai titik jenuh, hasilnya akan tidak menyenangkan. Bekerja tanpa harus melihat layar komputer dan bercengkrama dengan yang namanya autocad 4 jam dalam sehari, rasanya luar biasa. Apalagi ditambah fakta bahwa saya tidak perlu repot-repot baca koran esok paginya untuk tahu berita apa yang lagi hot saat ini.
Saya suka baca koran, headline-nya saja.
Saya suka baca berita-berita di halaman pertama, tapi kemudian sebal ketika berita tersebut terputus dan berlanjut di halaman 14.
Saya tidak pernah sama sekali baca rubrik opini sebelum ini.
Saya baru tahu kalau perekonomian Indonesia lagi bagus-bagusnya dan masuk ke dalam daftar 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia, meskipun saya sebenarnya tidak betul-betul mengerti maksudnya perekonomian terbesar itu apa.
Saya baru benar-benar baca tentang Tour de France dan akan, paling tidak sekali dalam hidup saya, menonton dan mengikuti Tour de France meskipun cuma dari TV saja.
Dan malam ini, akan menjadi malam terakhir saya:
Dan seperti cerita dalam sebuah buku, chapter yang satu berlanjut dengan chapter yang lain. Chapter yang ini saya sudahi dulu, istirahat sejenak, dan akan lanjut ke chapter berikutnya dua minggu yang akan datang.
Saya percaya, selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari apapun yang saya lakukan. Maka, ketika saya kembali diserang wabah plin-plan dan seorang teman meyakinkan:
“agree..justru bagus jadi lo tau yg mana yg more suitable buat lo karena lo udh nyobain 2-2nya”
saya semakin yakin untuk jalani saja dan ber-positive thinking. Selalu.
happy holiday dear friends.. :)
seminggu ini saya menulis. tidak bisa dibilang menulis juga sebenarnya, karena yang saya tulis adalah sebuah formulir beasiswa yang dari sekian banyak kolomnya untuk diisi bagi yang mau research, saya memilih tidak mengisinya dan akhirnya memilih coursework saja. pelarian.
dalam sehari, ternyata saya hanya bisa menjawab satu pertanyaan dari formulir itu, sebuah karangan singkat yang harus padat dan berisi sepanjang maksimal 100 kata. untuk itu pun saya tidak bisa melakukannya sendiri, dibantu suporter terbesar saya, raka. lucu sekali mengingat-ingat apa yang saya tulis minggu ini. setengah bergeser dari yang mau saya tulis menjadi kesimpulan baru yang saya dapat setelah beberapa diskusi.
apa ini ya namanya?
lalu, saya mereview yang saya kerjakan belakang. dua bulan ini saya dekat dengan orang-orang yang menulis. saya membaca rata-rata empat halaman koran dalam satu hari, di penghujung hari ketika badan ini hampir sampai di titik paling lelah. secara tidak sadar, tulisan-tulisan itu masuk ke dalam kepala dan membuat saya, bisa dikatakan, jadi lebih mudah menulis.
saya selalu takut orang tidak suka pada apa yang saya tulis. bukan cuma itu saja, saya malah merasa takut berekspresi karena takut orang jadi tidak suka pada saya yg ekspresif. jadinya beginilah. datar.
dan sekilas saya ingat seorang teman pernah memberitahu saya:
“gw gak tau lo orangnya kaya gimana mel. kyanya lo selalu jadi orang yang diinginkan orang lain terhadap lo. aslinya malah gw gak tau lo kaya apa”
setelah beberapa tahun, ternyata saya (hampir) masih sama.
I wish I had this when I was in India. Too bad I didn’t.
(Source: dopest-bitch, via artkl)
celebrating Independence Day in Taman Mini Indonesia Indah, 17 Agustus 2011
(ki-ka: me, kumel, christy. behind the camera: raka)